Cloud Hosting Indonesia

Ebook : Keajaiban Alquran - Harun Yahya


Download Ebook Islam.

Judul : Keajaiban Alquran
Penulis : Harun Yahya
Bahasa : Indonesia
Format Ebook : chm



Assalamu'alaikum,
Sahabat semua buku ini berisi bagaimana Al-quran mengungkapkan sejumlah fakta tentang Alam Semesta menurut Al-quran mulai dari Astronomi, Fisika, Bumi dan Biologi.

Untuk lebih jelas dan lengkap silakan sahbat download dan baca dengan seksama bagaimana Ilmu Pengetahuan Modern Mengungkap Keajaiban Al-quran.

Download Ebook - Keajaiban Al-Quran - Harun Yahya

Tahapan Menghafal Al-Quran

Materi ini saya dapatkan dari eramuslim.com dengan judul "Bagaimana Menghafal Al-Quran",untuk kemudian saya posting di blog ini dengan tujuan semoga artikel ini besar manfaatnya bagi saudara-saudara muslim yang sedang berikhtiar untuk menghafal Al-quran.

Demikian selengkapnya artikel ini menguraikan tahapan bagaimana ketika seorang muslim akan atau sedang menghafal Al-quran.

Jiwa yang tak pernah dibacakan Al-Quran, seperti kuburan. Sepi, sendirian, dan kering-kerontang. Zaman ini, sedikit sekali orang-orang yang hafal Al-Quran. Kita bisa melihat, para orang tua lebih resah kalau anaknya tidak bisa matematika atau bahasa Inggris, ketimbang tidak tahu Al-Quran. Padahal, itu adalah keluarga Muslim. Padahal, sebagai orang Islam, kita harus yakin, hanya Al-Quran lah sebagai petunjuk hidup kita.

Ketika zaman semakin berputar mengikuti arus syahwat manusia, selayaknya lah kita sebagai orang Islam (mungkin) harus mulai kembali menanamkan azam dan niat, tekad dan keinginan untuk mulai menghafal Al-Quran.

Dan untuk memudahkan menghafalnya, ada beberapa teknik dan persiapan yang khusus yang bisa dipakai. Beberapa di antaranya:

  • lkhlaskan niat dan bersabar
  • Jangan lupa baca basmillah dulu
  • Berdoa kepada Allah swt
  • Bersih dari hadas kecil dan besar
  • Sebaiknya menghadap kiblat
  • Memakai pakaian putih yang bersih dan menutup aurat
  • Jangan banyak berkata dan ketawa ketika membaca dan menghafal
  • Memberikan perhatian sepenuhnya
  • Jangan membaca ketika mengantuk atau menguap
  • Berhenti membaca ketika ingin buang angin
  • Salat dua rakaat sebelum memulai

SEBELUM MENGHAFAL

  1. Mempunyai azam dan minat untuk menghafal
  2. Memilih waktu yang sesuai untuk menghafal
  3. Memilih tempat yang sesuai untuk menghafal
  4. Berada dalam keadaan tenang
  5. Tenangkan pikiran sebelum menghafal
  6. Pilih sebuah jenis mushaf dan jangan ubah dengan jenis mushaf lain
  7. Beristighfar, membaca selawat dan doa sebelum mulai menghafal

TEKNIK-TEKNIK MENGHAFAL

A. Teknik "Chunking” (potongan-potongan)

  • Mengelompokan ayat yang panjang dalam beberapa bagian yang memang sesuai mengikuti arahan guru atawa ustadz, jika belajar bersama mereka
  • Mengelompokan awal surat pada beberapa bagian (2 atau 3 bagian) yang sesuai
  • Mengelompokan surat dalam beberapa bagian, contohnya mengikut pertukaran cerita
  • Mengelompokan juz kepada beberapa bagian mengikut surah, hizib, rubu', cerita dan sebagainya
  • Mengelompokan kelompok surah, setiap 10 juz dan sebagainya

B. Teknik Mengulang

  • Membaca sepotong atau sebagian ayat sekurang-kurangnya lima kali sebelum mulai menghafalnya
  • Membaca ayat yang telah dihafal berulang-ulang kali (10 atau lebih)
  • sebelum berpindah ke ayat seterusnya
  • Selepas menghafal setiap setengah halaman, harus diulang beberapa kali sebelum diteruskan bagian yang setengah halaman lagi
  • Sebelum menghafal bagian Al-Qur'an seterusnya, harus diulang bagian yang sebelumnya.

C. Teknik Menghafal Dengan Teman

  • Pilih seorang teman yang sama-sama berminat
  • Orang pertama membaca dan disimak oleh orang kedua
  • Orang kedua membaca dan disimak oleh orang pertarna
  • Saling menyebut ayat antara satu sama lain

E. Teknik Mendengar Kaset/CD

  • Pilih seorang qari yang baik bagi seluruh Alquran atau beberapa qari bagi surah-surah tertentu
  • Sebelum mulai menghafal, dengar bacaan ayat-ayat yang ingin dihafal beberapa kali
  • Amati cara, lagu dan tempat berhenti bacaan qari tersebut sehingga terpahat di pikiran
  • Mulai menghafal ayat-ayat tersebut dengan cara dan gaya qari tersebut
  • Sentiasa mendengar kaset/CD bacaan Alquran dan kurangi atau tinggalkan mendengerkan lagu-lagu kerana akan mengganggu penghafalan

F. Teknik Merekam

  • Rekam bacaan kita di dalam kaset dan dengarkan lagi untuk memastikan bacaan dan hafalan yang betul
  • Bagi kanak-kanak, rekam bacaan ibu-bapa atau guru kemudian diikuti oleh bacaan kanak-kanak tersebut
  • Minta kanak-kanak tersebut mendengar kembali rekaman tersebut beberapa kali hingga menghafalnya

G. Teknik Menulis

  • Tulis kembali surat yang telah dihafal. Kemudian cek lagi dengan mushaf.
  • Menulis setiap ayat pertama awal surat, atau setiap rubu', atau setiap juz, atau setiap surah dalam sehelai kertas.

MEMELIHARA HAFALAN

  1. Jauhi maksiat mata, maksiat telinga dan maksiat hati
  2. Banyak berdoa, terutama waktu mustajab doa seperti ketika berbuka puasa, ketika dalam perjalanan, selepas azan dan lain-lain lagi
  3. Menetapkan kadar bacaan setiap hari, contohnya, selembar, setengah juz, 1 juz dan sebagainya
  4. Membaca pada waktu pagi dan mengulangnya pada waktu malam
  5. Jangan membaca ketika sedang bosan, marah atau ngantuk
  6. Menulis setiap ayat yang mutasyabih

(sa/berbagaisumber)

Biografi Al-hafizh : Ust.Abdul Aziz Abdur Rauf

Ust.Abdul Aziz Abdur Rauf,Lc. Al-Hafizh pertama kali saya mengenal namanya dari seorang guru tahsin yang pernah belajar dalam halaqah tahfizh qurannya di Mesjid Raya Habiburrahman PT.Dirgantara Indonesia ,Bandung.

Dan demi lebih banyak meraih lebih banyak ilmu terutama ilmu-ilmu Al-Quran maka saya pun bergabung dengan halaqah tahfizh beliau di LTQ Tahfizh Quran Mesjid Raya Habiburrahman PT.DI Bandung.

Di Mesjid Habiburrahman beliau rutin mengisi tausyiah setiap dan menjadi imam Qiyyamul Lail setiap satu bulan sekali.

Dan berikut biografi singkat dari seorang sosok bersahaja yang sudah hafizh quran sejak usia muda,semoga bisa menjadi ibrah bagi sahabat-sahabat yang sedang berjuang untuk menjadi seorang penghafal A-Quran.

Beliau adalah Al-Ustadz Abdul Aziz Abdur Rauf ,Lc. Al-Hafizh lahir di Surabaya 21 Januari 1966 Sebenarnya sangat banyak yang melatar belakangi beliau untuk mendalami Al-Qur’an sewaktu berusia 18 tahun dulu saat masih sekolah disalah satu MAN Surabaya. Diantaranya ketika mengkaji kehidupan ulama jaman dahulu, beliau melihat sebagian besar adalah orang-orang yang hafal Al-Qur’an, beliau merasa kalau ditakdirkan Allah mendalami ilmu agama, jadi kurang sempurna bila kebiasaan itu tidak beliau lakukan. Hal lain yang jadi motivasi kuat, beliau merasa semasa remaja di kota Surabaya, umumnya lebih banyak mengisi hari dengan hal kurang bermanfaat, beliau merasa pada saat usia 30 nanti beliau tidak mempunyai kenangan manis dikala remaja alangkah ruginya hidup ini, Maka beliau memutuskan untuk menghafal Al-Qur’an.

Maka selama masih dibangku MAN sejak sekitar 1983 beliau memulai program menghafal Al-Qur’an. Alkhamdulillah sebelumnya beliau sudah terbiasa memperbanyak tilawah. Tiap bulan dua, tiga, bahkan sampai lima kali beliau khatamkan Al-Qur’an. Ini sebagai modal yang cukup memudahkan ketika menghafal Al-Qur’an.

Beliau lakukan program ini dirumah karena kakak ipar yang tinggal dirumah sudah menghafal Al-Qur’an sewaktu sekolah dipesantren Jombang Jawa Timur. Setiap hari beliau menghafal pada siang sampai sore, lalu mulai lagi ba’da Isya’ sampi jam 9 malam, tidur dan mulai lagi sekitar jam 1malam sampai shubuh. Selain waktu-waktu itu, disamping bersekolah beliau juga mengajar bahasa Arab dan kaji kitab.

Proses menghafal Al-Qur’an beliau lakukan sekitar enam bulan. Sedang proses muraja’ah supaya betul-betul “dimilili” dan jadi hafalan yang kokoh, kurang lebih satu setengah tahun. Tepat sewaktu lulus MAN, beliaupun menuntaskan program menghafal Al-Qur’an. Setelah selesai, beliau merasaan persis seperti yang dikatakan Rasulullah, bahwa Al-Qur’an sebuah kenikmatan yang besar.

Sewaktu menjalani proses menghafal Al-Qur’an yang peling beliau rasakan suasana kedekatan pada Allah jadi sangat meningkat. Ketika makin dekat dengan Allah maka menghafal Al-Qur’an bukanlah beban, tapi proses uang indah untuk dilakukan. Beliau juga merasa suasana hati lebih bersih. Terasa lebih mudah berinteraksi dengan nilai-nilai Islam. Lebih mudah menerima setiap arahan yang pengantarkan kehidupan Islam yang lebih kaffah.

Sewaktu menghafal dijuz 5, beliau menderita batuk bahkan efeknya beliau derita sampai sekarang, namun beliau terus menghafal. Beliau yakin Al-Qur’an tak akan menambah penyakit, malah sebaliknya. Maka sambil berobat kedokter, beliau tak mengurangi intensitas menghafal sama sekali. Saat itulah beliau merasa bahwa keindahan dan kebahagiaan bersama Al-Qur’an mampu mengalahkan sakit. Begitu pula sewaktu beliau kejakarta selepas MAN dan belajar di LIPIA, perpisahan dengan orang tua menimbulkan kesedihan mendala, karena sebelumnya beliau tak pernah berpisah dengan mereka. Saat itu tak ada yang bias menghibur lebih kuat kecuali AL-Qur’an.

Beliau sangat khawatir jika pada suatu bulan bias menghafal sekian juz, dibulan berikutnya tak bias menghafal seperti itu, perasaan lemah disisi Allah ini memotivasi beliau untuk banyak berdo’a.Do’a ini bener-benar beliau lakukan seperti yang dilkatakan Rasulullah, yakni diwaktu yang memang mendapat jaminan terkabulnya do’a. Belaiu melakukan tawassul yang disyariatkan, dalam waktu yang ditentukan Rasulullah. Misalnya saat antara adzan dan iqamah diwaktu Shubuh, beliau biasa berdo’a. sebelum berdo’a beliau berdzikir sebanyak-banyaknya. Karena ada janji Rasulullah supaya memperbanyak istighfar, dan Allah akan memberikan kemudahan dari segala kesulitan kita. Beliau juga memperbanyak shalawat. Semangat berdo’a bias dikatakan hamper setiap saat, karena keyakinan bahwa tanpa pertolongan Allah betapa lemahnya diri ini untuk bias memindahkan ayat-ayat Allah yang sangat suci kedalam hati.

Dan nampaknya Allah betul-betul memberi kemudahan diluar dugaan beliau. Karena hafalan selalu beliau selesaiakan lebih awal dari target yang telah ditentukan. Betapa lemahnya diri ini kalau tidak mendapat pertolongan Allah.. Hal ini menghasilkan do’a, suatu munajat yang begitu dalam dan begitu khusyu’.

Nama : Abdul Aziz Abd Rouf
Tempat Tgl . Lahir : Surabaya, 21 Januari 1966
Alamat : Jl. Kenanga I Gg Teratai Rt 4/2 No. 67 Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur
Telepon/HP : 021-87710 5 84 / 08164852839
Pendidikan : Fakultas Syariah LIPIA Jakarta
Status : Nikah (4 anak)

Pernah menjabat menjabat sebagai :
1. Pimpinan Lembaga Al Quran Al Hikmah Jakarta Selatan
2. Pimpinan Lembaga Al Quran Utsman bin Affan Jakarta Timur
3. Pimpinan Lembaga Al Quran Markaz Al Quran Jakarta Timur
4. Pengajar Tetap Masjid Departemen Tenaga Kerja dan TELKOM Jakarta

Karya Tulis (Buku) :
1. Kajian Tajwid (Pedoman Daurah AL Quran)
2. Kiat Sukses Menghafal Al Quran
3. Tafsir Surat An Nur
4. Tafs i r Surat Al Ahzab
5. Kaidah Emas Menghafal Al Quran (terjemahan)
6. Membangun Masyarakat Islam, Kajian Surat Al Mujadilah
7. Membangun Kepribadian Qurani
8. Senandung Mujahid, Kajian Tafsir Surat Al Anfal

*Dari : myQuran.com, sumber : http://www.markazalquran.com

Ebook : Keutamaan Membaca dan Mengkaji Al-quran - Imam Nawawi



Assalamu’alaikum,sahabat semua

Bagi sahabat-sahabat muslim yang sedang berjuang menjadi hambaNya yang senantiasa ingin dekat dan selalu berusaha berada dalam dekapan kasih sayangNya.

Berinteraksi dengan Al-quran adalah salah satu jalan kita mengenal dan memahami bagaimana indahNya bahasa-bahasa kasih sayang Alloh swt kepada kita hambaNya.

Semua aktifitas itu tentu haruslah kita sertai dengan kecukupan ilmu tentangnya.

Ebook : Keutamaan Membaca dan Mengkaji Al-quran karya Imam Nawawi ini diharapkan dapat menjadi salah satu sarana kita untuk menambah kekayaan wawasan kita sebagai muslim,terutama pemahaman kita akan Al-quran.

Keseluruhan isi ebook ini terangkum dalam 9 bab ,diantaranya :
  • KEUTAMAAN MEMBACA DAN MENGKAJI AL-QUR’AN
  • KELEBIHAN ORANG YANG MEMBACA AL-QUR’AN
  • MENGHORMATI DAN MEMULIAKAN GOLONGAN ALQUR’AN
  • PANDUAN MENGAJAR DAN BELAJAR AL-QUR’AN
  • PANDUAN MENGHAFAZ AL-QUR’AN
  • ADAB DAN ETIKA MEMBACA AL-QUR’AN
  • ADAB BERINTERAKSI DENGAN AL-QUR’AN
  • AYAT DAN SURAT YANG DIUTAMAKAN MEMBACANYA
  • PADA WAKTU-WAKTU TERTENTU
  • RIWAYAT PENULISAN MUSHAF AL-QUR’AN

Bagi sahabat yang berkenan memilikinya bisa di download dilink download dibawah ini :

Download Ebook disini,dan jika unduhan berjalan kurang sempurna sahabat bisa mengunduhnya disini
Download Ebook

Tips Menghafal Al-quran


Al-qur'an merupakan arah hidup setiap muslim yang menyatakan dalam hati dan dirinya bahwa Al-qur'an adalah bagian dari keimanannya.
Mempelajari,bertilawah,menghafal hingga mentadaburi Al-qur'an semestinya menjadi agenda rapi yang dijalankan dalam keseharian seorang muslim yang beriman.

Diartikel saya kali ini ijinkan untuk berbagi tips bagaimana jika seorang muslim yang ingin menghafal Al-qur'an untuk selanjutnya menjadi petunjuk hidup sehari-harinya.InsyaAlloh

Berikut saya mengutip tips menghafal Al-quran yang didapat dari email seorang sahabat yang pernah sama-sama dalam halaqoh tahfidz.

Tips Menghapal Al-Qur`an menurut Syeikh Fahd Salim Al-Kanderi (Imam Masjid Kabir Quwait)

Sebagai seorang mukmin, kita tentunya berkeinginan untuk dapat menghafal Al-Quran dan setiap kita pasti memimpikan agar dapat melahirkan anak-anak yang hafal Al-Quran (hafidz/hafidzah). Berikut ini ada beberapa cara/kaidah dasar untuk memudahkan menghafal, di antaranya:

1. Mengikhlaskan niat hanya untuk Allah Azza wa Jalla.

Memperbaiki tujuan dan bersungguh-sungguh menghafal Al-Quran hanya karena Allah Subhanahu wa Ta`ala serta untuk mendapatkan syurga dan keridhaan-Nya. Tidak ada pahala bagi siapa saja yang membaca Al-Quran dan menghafalnya karena tujuan keduniaan, karena riya atau sumah (ingin didengar orang), dan perbuatan seperti ini jelas menjerumuskan pelakunya kepada dosa.

2. Dorongan dari diri sendiri, bukan karena terpaksa.

Ini adalah asas bagi setiap orang yang berusaha untuk menghafal Al-Quran. Sesungguhnya siapa yang mencari kelezatan dan kebahagiaan ketika membaca Al-Quran maka dia akan mendapatkannya.

3. Membenarkan ucapan dan bacaan.

Hal ini tidak akan tercapai kecuali dengan mendengarkan dari orang yang baik bacaan Al-Qurannya atau dari orang yang hafal Al-Quran. Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam sendiri mengambil/belajar Al-Quran dari Jibril alaihis salam secara lisan. Setahun sekali pada bulan Ramadhan secara rutin Jibril alaihis salam menemui beliau untuk murajaah hafalan beliau. Pada tahun Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam diwafatkan, Jibril menemui beliau sampai dua kali.

Para shahabat radliallahu `anhum juga belajar Al-Quran dari Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam secara lisan demikian pula generasi-generasi terbaik setelah mereka. Pada masa sekarang dapat dibantu dengan mendengarkan kaset-kaset murattal yang dibaca oleh qari yang baik dan bagus bacaannya. Wajib bagi penghafal Al-Quran untuk tidak menyandarkan kepada dirinya sendiri dalam hal bacaan Al-Quran dan tajwidnya.

4. Membuat target hafalan setiap hari.

Misalnya menargetkan sepuluh ayat setiap hari atau satu halaman, satu hizb, seperempat hizb atau bisa ditambah/dikurangi dari target tersebut sesuai dengan kemampuan. Yang jelas target yang telah ditetapkan sebisa mungkin untuk dipenuhi.

5. Membaguskan hafalan.

Tidak boleh beralih hafalan sebelum mendapat hafalan yang sempurna. Hal ini dimaksudkan untuk memantapkan hafalan di hati. Dan yang demikian dapat dibantu dengan mempraktekkannya dalam setiap kesibukan sepanjang siang dan malam.

6. Menghafal dengan satu mushaf.

Hal ini dikarenakan manusia dapat menghafal dengan melihat sebagaimana bisa menghafal dengan mendengar.

Dengan membaca/melihat akan terbekas dalam hati bentuk-bentuk ayat dan tempat-tempatnya dalam mushaf.

Bila orang yang menghafal Al-Quran itu merubah/mengganti mushaf yang biasa ia menghafal dengannya maka hafalannya pun akan berbeda-beda pula dan ini akan mempersulit dirinya.

7. Memahami adalah salah satu jalan untuk menghafal.

Di antara hal-hal yang paling besar/dominan yang dapat membantu untuk menghafal Al-Quran adalah dengan memahami ayat-ayat yang dihafalkan dan juga mengenal segi-segi keterkaitan antara ayat yang satu dengan ayat yang lainnya.

Oleh sebab itu seharusnyalah bagi penghafal Al-Quran untuk membaca tafsir dari ayat-ayat yang dihafalnya, untuk mendapatkan keterangan tentang kata-kata yang asing atau untuk mengetahui sebab turunnya ayat atau memahami makna yang sulit atau untuk mengenal hukum yang khusus.

Ada beberapa kitab tafsir yang ringkas yang dapat ditelaah oleh pemula seperti kitab Zubdatut Tafsir oleh Asy-Syaikh Muhammad Sulaiman Al-Asyqar.

Setelah memiliki kemampuan yang cukup, untuk meluaskan pemahaman dapat menelaah kitab-kitab tafsir yang berisi penjelasan yang panjang seperti Tafsir Ibnu Katsier, Tafsir Ath-Thabari, Tafsir As-Sadi dan Adhwaaul Bayaan oleh Asy-Syanqithi.wajib pula menghadirkan hatinya pada saat membaca Al-Quran.

8. Tidak pindah ke surat lain sebelum hafal benar surat yang sedang dihafalkan.

Setelah sempurna satu surat dihafalkan, tidak sepantasnya berpindah ke surat lain kecuali setelah benar-benar sempurna hafalannya dan telah kokoh dalam dada.

9. Selalu memperdengarkan hafalan (disimak oleh orang lain).

Orang yang menghafal Al-Quran tidak sepantasnya menyandarkan hafalannya kepada dirinya sendiri. Tetapi wajib atasnya untuk memperdengarkan kepada seorang hafidz atau mencocokkannya dengan mushaf. Hal ini dimaksudkan untuk mengingatkan kesalahan dalam ucapan, atau syakal ataupun lupa.

Banyak sekali orang yang menghafal dengan hanya bersandar pada dirinya sendiri, sehingga terkadang ada yang salah/keliru dalam hafalannya tetapi tidak ada yang memperingatkan kesalahan tersebut.

10. Selalu menjaga hafalan dengan murajaah.

Bersabda Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam :
"Jagalah benar-benar Al-Quran ini, demi Yang jiwaku berada di Tangan-Nya, Al-Quran lebih cepat terlepas daripada onta yang terikat dari ikatannya."

Maka seorang yang menghafal Al-Quran bila membiarkan hafalannya sebentar saja niscaya ia akan terlupakan. Oleh karena itu hendak hafalan Al-Quran terus diulang setiap harinya. Bila ternyata hafalan yang ada hilang dalam dada tidak sepantasnya mengatakan: "Aku lupa ayat (surat) ini atau ayat (surat) itu." Akan tetapi hendaklah mengatakan: "Aku dilupakan," karena Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam telah bersabda: (..arab..)

11. Bersungguh-sungguh dan memperhatikan ayat yang serupa.

Khususnya yang serupa/hampir serupa dalam lafadz, maka wajib untuk memperhatikannya agar dapat hafal dengan baik dan tidak tercampur dengan surat lain.

12. Mencatat ayat-ayat yang dibaca/dihafal.

Ada baiknya penghafal Al-Quran menulis ayat-ayat yang sedang dibaca/dihafalkannya, sehingga hafalannya tidak hanya di dada dan di lisan tetapi ia juga dapat menuliskannya dalam bentuk tulisan.

Berapa banyak penghafal Al-Quran yang dijumpai, mereka terkadang hafal satu atau beberapa surat dari Al-Quran tetapi giliran diminta untuk menuliskan hafalan tersebut mereka tidak bisa atau banyak kesalahan dalam penulisannya.

13. Memperhatikan usia yang baik untuk menghafal.

Usia yang baik untuk menghafal kira-kira dari umur 5 tahun sampai 25 tahun. Wallahu alam dalam batasan usia tersebut. Namun yang jelas menghafal di usia muda adalah lebih mudah dan lebih baik daripada menghafal di usia tua.

Pepatah mengatakan: Menghafal di waktu kecil seperti mengukir di atas batu, menghafal di waktu tua seperti mengukir di atas air.


HAL-HAL YANG DAPAT MENGHALANGI HAFALAN

Setelah kita mengetahui beberapa kaidah dasar untuk menghafal Al-Quran maka sudah sepantasnya bagi kita untuk mengetahui beberapa hal yang menghalangi dan menyulitkan hafalan agar kita dapat waspada dari penghalang-penghalang tersebut.

Di antaranya:

1. Banyaknya dosa dan maksiat.

Sesungguhnya dosa dan maksiat akan melupakan hamba terhadap Al-Quran dan terhadap dirinya sendiri. Hatinya akan buta dari dzikrullah.

2. Tidak adanya upaya untuk menjaga hafalan dan mengulangnya secara terus-menerus. Tidak mau memperdengarkan (meminta orang lain untuk menyimak) dari apa-apa yang dihafal dari Al-Quran kepada orang lain.

3. Perhatian yang berlebihan terhadap urusan dunia yang menjadikan hatinya tergantung dengannya dan selanjutnya tidak mampu untuk menghafal dengan mudah.

4. Berambisi menghafal ayat-ayat yang banyak dalam waktu yang singkat dan pindah ke hafalan lain sebelum kokohnya hafalan yang lama.

Kita mohon pada Allah Subhanahu wa Ta`ala semoga Dia mengkaruniakan dan memudahkan kita untuk menghafal kitab-Nya, mengamalkannya serta dapat membacanya di tengah malam dan di tepi siang. Wallahu alam bishawwab

Info:
Mau Domain gratis,klik disini
atau banner dibawah ini
CO.CC:Free Domain

Bukti transfer komisi






Sebagai komitment atas niatku untuk selalu berbagi terutama dalam kebahagiaan maka kali ini saya akan menunjukan kepada sahabat semua bukti transfer komisi setelah saya mempelajari dan menjalankan arahan yang diberikan uangpanas.com.

Tanpa bermasksud sombong ,saya berusaha memposting bukti transfer ini hanya sekedar berbagi atas nikmat yang ada.Dan semoga menjadi sarana yang membuat sahabat semua optimis untuk lebih serius mencari setiap peluang usaha yang ada.

Jumlahnya belum seberapa memang karena aku sedang dalam proses belajar dan belum memaksimalkan ikhtiarku .

Dan diatas ini adalah gambarnya dari hasil scanning buku tabungan BCA-ku.

Sahabat berniat mencoba peluang usaha ini?Silakan klik disini untuk informasi lengkapnya.

Mencoba Peluang Usaha Online

Memperoleh penghasilan yang cukup untuk membuat kehidupan keluarga lebih sejahtera adalah sebuah tugas dan sekaligus impian yang harus diwujudkan oleh seorang kepala keluarga.

Urusan terakhir atas rejeki yang kita peroleh dan kita miliki sepenuhnya adalah dalam kuasa Alloh swt.
Alloh swt berhak menjadikan kita sebagai seorang yang berkelimpahan harta ataupun seorang yang fakir miskin tanpa banyak harta yang dimiliki ,sekali lagi itu adalah sepenuhnya hak Alloh swt.
Adapun tugas kita sebagai hambanya melakukan semaksimal mungkin ikhtiar disertai do’a yang penuh keyakinan bahwa kita meminta kepada yang Maha memiliki segalanya dan Maha menentukan segalanya.Hasil akhirnya tawakal dengan apapun yang terjadi.

Dan demi memaksimalkan ikhtiarku dalam menjemput rejeki dan keberkahanNya sebagai seorang kepala keluarga aku berusaha tambah ilmu dan wawasan sebagai pendukung setiap proses ikhtiar yang dilakukan.
Tiga langkah yang aku lakukan demi menjemput kelimpahan dan keberkahan rejekiNya,diantaranya :

  1. Bersyukur atas rejeki yang telah didapat : berdo’a penuh rasa syukur dan berbagi atas setiap nikmat
  2. Tidak berhenti mencari ilmu dan peluang usaha : searching terus informasi usaha,baik usaha offline ataupun online
  3. Bersungguh-sungguh dengan setiap proses yang dilakukan dalam setiap peluang usaha

Untuk langkah awal usaha aku mencoba focus dengan tiga point diatas sambil terus mengembangkan strategi strategi baru.

Akhirnya juga aku mencoba menambah ilmu untuk memulai coba-coba peluang usaha yang ada diinternet.

Sebagaimana diungkapkan dipostinganku bulan kemarin setelah mendapat penjelasan dari teman tentang usaha online aku mencoba membeli e-book petunjuk bisnis online dari uangpanas.com.Itu aku lakukan setelah yakin bahwa uangpanas.com bukan penipuan.

Dua pekan berjalan aku pelajari e-booknya sambil bertahap menjalankan setiap penjelasan,sampai akhirnya kurang dari dua pekan modalku telah kembali.

Semoga ini menjadi jalan pembuka pintu rejeki dan keberkahan untuk kami sekeluarga.InsyaAlloh